BANDUNG - Jika melihat sosok Yudi Rachman (42) sekarang sebagai sopir mobil jenazah Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung, jelas berbeda dibanding saat ia menjalani profesinya itu pada 1999 silam.
Siapa sangka, Iduy (sapaan akrabnya) yang kini seolah tak mengenal rasa takut dan jijik berhadapan langsung dengan jenazah berbagai kondisi, ternyata saat awal pekerjaannya sempat tak bisa makan.
Saat menjalani hari pertamanya, Iduy hanya mengantar jenazah biasa yang meninggal di RSHS karena sakit. Meski awalnya waswas, ia bisa menjalani profesi barunya dengan lancar, yaitu mengantar jenazah hingga rumah duka.
Tapi setelah itu, ia baru menemukan pekerjaan sebenarnya sebagai sopir mobil jenazah. Ia sering melihat jenazah korban kecelakaan atau pembunuhan dari tempat kejadian perkara (TKP). Bukan hanya jadi sopir, ia pun harus mengangkut jenazah itu ke rumah sakit hingga akhirnya ke rumah duka.