PADANG – Kejadian salah suntik yang terjadi di Rumah Sakit Siloam Tangerang menyebabkan pasien meninggal dunia. Anggota DPR Komisi IX, Alex Indra Lukman menduga peristiwa tersebut diduga akibat kesalahan pemakaian label dalam obat suntik tersebut.
Alex mengatakan, pada Rabu, 18 Februari lalu, Komisi IX memanggil Kemenkes, Balai POM, kemudian PT Kalbe Farma sebagai produsen obat serta pihak RS Siloam. Pemanggilan tersebut untuk menyelidiki penyebab kematian pasien.
“Dari pemaparan yang disampaikan di hadapan Komisi IX ada indikasi salah label, jadi obat itu tidak sesuai dengan kandungannya dengan label yang ada. Bagi kami, Komisi IX sangat tidak masuk akal, agak mencurigakan bawa sekelas produsen obat seperti Kalbe Farma, bisa melakukan kesalahan fatal seperti itu,” ujarnya saat berkunjung ke Padang, Sumatera Barat, Jumat (20/2/2015).
Jika kesalahan label itu terjadi, kata Alex, tidak mungkin hanya terjadi pada dua pasien saja. Ia menduga akan banyak pasien yang terkena dampak obat tersebut.
“Maka dengan kondisi itu kami akan melakukan kunjungan ke RS Siloam dan Kalbe Farma untuk mencari tahu apa penyebab pastinya, apa betul itu kesalahan label saja atau memang obat itu yang tidak cocok atau ada masalah lain di RS,” tuturnya.
Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek mengaku, masih menyelidiki secara detail kejadian tersebut. “Untuk saat ini kalau informasi yang dilakukan Balai POM, dokter yang melakukan pengobatan tersebut sudah sesuai dengan standar operasinya. Meski demikian kita akan menyelidiki secara detail lagi,” ujarnya.
(Isnaini)