SUKOHARJO - Muhammad Arif, kakak tertua dari Hafid Umar Babher (32) serta Fauzi Umar, dua dari 16 Warga Negara Indonesia (WNI) yang hilang di Turki, mengaku sedih dengan tudingan bila kedua adiknya tersebut menghilang karena bergabung dengan ISIS.
Menurut Arif, tudingan tersebut tidak benar sama sekali. Kedua adiknya tersebut bukan anggota JI (Jamaah Islamiyah). Selain itu, keberangkatan mereka ke Turki bersama ketiga anak serta istrinya. Sehingga mustahil kalau keduannya bergabung dengan mengajak anak dan istrinya.
"Ayah saya (Umar Salim) sedih banget saat mendengar kalau kedua anaknya serta menantu dan ketiga cucunya hilang di Turki. Tambah sedih lagi saat dikaitkan dengan ISIS. Mereka bukan anggota JI. Dan kalau mereka mau bergabung, mana mungkin istri dan anaknya yang masih kecil diajak," jelas Arif usai konfrensi pers kepada Okezone di LBH UMS, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (9/3/2015).
Menurut Arif, keluarga sangat menyayangkan pihak travel (Smailing Tour) yang hingga saat ini, belum juga menghubungi keluarga menyusul hilangnya anggota keluarga mereka di Turki.
Menyangkut apakah pihak keluarga akan melakukan tuntutan kepada pihak travel, Arif mengaku belum terpikirkan. Yang terpenting saat ini, pihaknya berusaha menenangkan orang tua mereka yang sangat terpukul dengan menghilangnya anggota keluarga mereka, serta dikait-kaitkannya keterlibatan dengan jaringan ISIS.
"Kami belum terpikir untuk melakukan tuntutan kepada pihak travel. Meski sampai saat ini pihak travel belum menghubungi keluarga. Yang terpenting saat ini kami menenangkan orang tua dulu. Terus menyangkut adanya SMS (pesan singkat) yang menyatakan kalau menghilangnya mereka tidak usah dicari itu tidak benar. Paling itu dari pihak travel sendiri yang SMS, "lanjutnya.
Menurut Arif, kedua adik serta istri dan ketiga anaknya Hafid berangkat ke Turki pada 23 Februari dan seharusnya sudah kembali ke Indonesia pada akhir pekan pertama Maret.
Saat ini pihak keluarga hanya berharap kedua adiknya yang hilang di Turki bersama istri dan ketiga anaknya tersebut, bila masih berada di Timur Tengah untuk segera menghubungi mereka.
"Harapan kami hanya satu, mereka segera menghubungi keluarga menyangkut posisi mereka. Kalau masih di Timur Tengah, berada di mana dan kapan kembali ke Indonesia," pungkasnya.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.