nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jaringan Begal Rekrut Pelajar Jadi Anggota

Ahmad Zubaidi, Jurnalis · Sabtu 14 Maret 2015 15:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 03 14 340 1118598 jaringan-begal-rekrut-pelajar-jadi-anggota-J0tmDSSpFp.jpg Jaringan begal rekrut pelajar jadi anggota (Foto: ilustrasi Okezone)

JAKARTA - Kasus begal motor masih menjadi pekerjaan rumah bagi petugas kepolisian. Ironisnya, pelaku ini tidak hanya berani dilakukan oleh orang dewasa namun juga dilakukan oleh anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah.

Salah satu kasus yang terjadi adalah pelaku begal yang nekat melakukan aksinya kepada seorang tukang ojek di wilayah Depok, Jawa Barat kemarin. Selain itu, polisi juga terpaksa menembak seorang siswa SMA kelas 2 di Probolinggo karena polisi mendapat laporan, pelaku melakukan pembegalan motor. Namun saat akan ditangkap, pelaku bersama rekan-rekannya mencoba melawan polisi dengan senjata tajam dan celurit.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait, menjelaskan komplotan sindikat narkoba itu merekrut anak-anak sekaligus menyalurkan hasil kejahatan yang mereka lakukan. Menurutnya, anak-anak hanya alat mereka dalam meraup keuntungan.

“Jadi ada dua sindikat, satu penadah (hasil begal), dua narkoba, hasil begal (yang dilakukan oleh anak yang direkrut tersebut) didistribusikan ke daerah terpencil seperti Lampung, karena di sana jarang ada operasi polisi, mereka jual seharga lima ratus ribu sampai satu juta, lalu mereka beli narkoba lagi,” ujarnya ketika dihubungi Okezone, Sabtu (14/3/2015).

Arist juga melihat bahwa faktor utama keterlibatan anak dalam kasus begal adalah narkoba.

“Mereka ini direkrut dan diorganisir oleh sindikat narkoba, anak-anak dibikin ketergantungan dulu dengan itu, ketika mereka kecanduan pasti mereka akan cari uang dengan cara jadi pelaku begal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Arist menambahkan pihaknya mendukung penuh langkah penegakan hukum yang dilakukan oleh pemerintah bagi pelaku begal ini, baik yang dilakukan oleh anak-anak maupun orang dewasa.

“Komnas (Komisi Nasional Perlindungan Anak) mendukung langkah hukum bagi pelaku begal, tapi menolak eksekusi di tempat, karena mereka hanya pelantara dan dimanfaatkan oleh sindikat narkoba,” imbuhnya.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini