KUMPENI atau kompeni biasa diucapkan orang-orang Indonesia terhadap penjajah di masa kolonial. Penjajah, kata yang sedianya merujuk pada VOC alias kongsi dagang Belanda di berbagai buku pelajaran sekolah.
Tapi sudah tahukah Anda bahwa VOC atau kompeni yang biasa Anda sebutkan itu lahir di tanggal ini, 20 Maret 413 tahun silam?
Ya, lebih dari empat abad yang lalu atau pada 20 Maret 1602 di Amsterdam, Belanda, berdirilah VOC yang punya akronim Vereenigde Oost-Indische Compagnie. Dari kata terakhir itulah akhirnya sebutan kompeni masih berbekas di lidah orang Indonesia untuk menyebut VOC.
Terlepas dari berbagai cerita dan kisah kelam soal perlakuan VOC di Indonesia, sedianya VOC inilah perusahaan dagang multinasional pertama di dunia dan juga perusahaan pertama yang memperkenalkan sistem saham, sekaligus rival pertama kongsi dagang Inggris – EIC (East India Company).
Berbeda dengan Spanyol dan Portugal (Portugis), Inggris dan Belanda menjelajah Afrika dan Asia dengan mempercayakan pada pihak swasta.
Tapi berbeda dengan EIC, VOC meski swasta diberi sejumlah keistimewaan oleh pemerintah Belanda, di antaranya diperbolehkan punya tentara sendiri, diperbolehkan melakukan perjanjian dengan negara lain hingga bisa disebut VOC adalah negara dalam negara.
Bedanya lagi dengan EIC, VOC tak hanya punya satu kantor dagang. Pasalnya, rute yang mereka jelajahi tak hanya sampai ke nusantara (Indonesia), tapi juga Amerika Selatan – Suriname dan Curaçao.
Seiring masa jaya, VOC pun bisa membuka pos-pos dagang lainnya seperti di Persia (sekarang Iran), Bengala (Bangladesh), Malaka (Malaysia), Siam (Thailand), Kanton dan Formosa (Taiwan). Ada yang sedikit unik dari cara Belanda untuk survei jalur dan melakukan kontak pertama ke nusantara sebelumnya, pada 1596.
Di masa abad 16 itu, armada Spanyol dan Portugis masih terbilang terlalu kuat jika ingin dikonfrontir. Maka, Jan Huyghen van Linschoten dan Cornelis de Houtman tak melewati rute normal yang biasa dilalui kapal-kapal Portugis, melainkan membuka "rute rahasia" dan mendarat di Banten.
Meski begitu, baru pada 1603 kantor dagang pertama VOC diizinkan berdiri di Banten, meski Gubernur Jenderal pertama, Pieter Both, memilih Jayakarta (sekarang Jakarta) sebagai pusat administrasi VOC.
Sebelum bisa memasuki era jaya, VOC sempat lebih dulu terlibat beberapa insiden hingga konflik dalam skala besar dengan Inggris, hingga akhirnya lahir Anglo-Dutch Treaty di London atau disebut Traktat London, 17 Maret 1824, di mana mereka mengakhiri perseteruan dengan pertukaran wilayah kekuasaan.
Singkat kata setelah beberapa masa mengalami kejayaan, VOC terpaksa dibubarkan pemerintah Belanda pada 17 Desember 1799. Dari beberapa faktor pembubarannya, apalagi kalau bukan terungkapnya sejumlah praktek korupsi.
Saat VOC dibubarkan, pemerintah Belanda pun menanggung utang menggunung hingga berjumlah total 136,7 juta gulden. Praktek rasuah yang sudah sistemik inilah yang juga dan bahkan masih jadi masalah buat bangsa Indonesia dari beberapa pergantian rezim kepresidenan.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.