Akibat banyaknya warga, khususnya yang menggunakan roda dua, untuk melihat dari dekat ogoh-ogoh, menyebabkan terjadinya kepadatan kendaraan. Alhasil, arus lalu lintas di wilayah tersebut menjadi tersendat.
Petugas kepolisian yang bersiaga di lokasi cukup kewalahan mengatur arus lalu lintas. Hal itu dikarenakan ruas jalannya sempit namun volume kendaraan cukup banyak, ditambah lampu lalu lintas tidak berfungsi dengan baik.
Sementara itu, seluruh umat Hindu di Bali memulai prosesi dalam rangka Tapa Brata Penyepian. Warga dilarang keluar rumah. Hampir di semua sudut kota, ogoh-ogoh telah diletakkan di pinggir jalan untuk selanjutanya diarak keliling kota atau di wilayah masing-masing.
Usai diarak, nantinya semua ogoh-ogoh itu dibakar atau disebut sebagai Malam Pangrupukan. Prosesi ini sebagai simbol pemusnahan sifat-sifat buruk atau energi negatif yang bersemayam di dalam diri Buta Kala yang diwujudkan pada ogoh-ogoh.
Tapa Brata Penyepian akan dimulai Sabtu 21 Maret 2015 pukul 06.00 Wita sampai Minggu 22 Maret 2015 pukul 06.00 Wita.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.