PERISTIWA Bandung Lautan Api pada 24 Maret 69 tahun yang lalu menjadi momen pengorbanan total warga Bandung. Pengorbanan dari para kombatan TRI (Tentara Republik Indonesia – sekarang TNI), tapi juga rakyat dan pemuda seperti Mohammad Toha.
Toha bersama Muhammad Ramdhan, merupakan dua pelaku peledakan gudang amunisi markas sekutu di Dayeuhkolot. Saking fenomenalnya aksi Toha dan Ramdhan, insiden itu pernah difilmkan dengan tajuk, “Toha, Pahlawan Bandung Selatan” pada 1961 garapan Usmar Ismail.
Saat meninggal dalam ledakan di gudang amunisi sekutu itu, Toha yang tergabung di Barisan Rakjat Indonesia, baru menginjak usia yang sangat muda – 19 tahun.
Ia lahir di Desa Suniaraja, Kota Bandung pada 1927. Ayah dan Ibunya berasal dari Kedunghalang, Bogor Utara. Tapi Toha sudah ditinggal sang Ayah dan harus hidup sebagai anak yatim dengan Ibunya, Nariah pada 1929. Tapi hal itu tak berlangsung lama setelah paman Toha, menikahi ibunya.