Poltikus Partai Golkar itu menyebut, diperlukan satu sistem yang dapat merangkum semua persoalan DPR dan rakyat, "Perlu satu (Gedung) yang menampung semua itu," tegasnya.
Hanya saja, Roem membantah jika gedung baru harus selalu diartikan dengan proyek. Menurutnya, memperbaiki gedung yang lama juga adalah bagian dari pembangunan gedung baru tersebut.
Kata dia, yang paling mendesak adalah soal kapasitas Nusantara I yang makin tidak memadai. "Saya sangat khawatir banyak Anggota DPR yang tidak ingin berkantor di situ. Mereka lebih memilih untuk duduk-duduk di Komisi," ungkapnya.
Roem kemudian mencontohkan, jumlah pegawai tetap di gedung tersebut saja sudah mencapai 5.000 orang. Ditambah dengan tamu, maka kondisi menjadi tidak kondusif karena ramainya orang di satu lokasi.
"Nunggu lift saja, waduh. Itu persoalan yang harus kita perbaiki, kalau tidak itu tidak akan jalan menghadapi persoalan-persoalan yang dihadapi," tuntasnya.
(Carolina Christina)