Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Permesta Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Randy Wirayudha , Jurnalis-Sabtu, 04 April 2015 |06:26 WIB
Permesta Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Deklarasi Permesta oleh Letkol Ventje Sumual pada 2 Maret 1957 (Foto: Wikipedia)
A
A
A

Mereka angkat senjata bukan terhadap RI, melainkan terhadap Kabinet (Perdana Menteri) Ir. Djuanda. Permesta juga akhirnya digandeng PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) di Sumatera karena kesamaan cita-cita.

Merespons lahirnya Permesta, Kepala Staf Angkatan Darat, Mayjen Abdoel Haris Nasution menggelar operasi Saptamarga I, untuk merebut beberapa wilayah yang sebelumnya sudah diduduki pasukan APREV (Angkatan Perang Revolusi) Permesta, seperti di Makassar, Palu dan Donggala.

Sementara itu pada 1960-an, Permesta yang mulai terjepit oleh APRI (Angkatan Perang Republik Indonesia) dan AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia – sekarang TNI AU), juga mulai melemah lantaran perpecahan.

Perpecahan itu dipicu berdirinya RPI – Republik Persatuan Indonesia pada 8 Februari 1960. RPI bertujuan untuk menyatukan PRRI/Permesta dengan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) pimpinan Kahar Mudzakar.

Di fase inilah timbuh ketidaksetujuan dari D.J. Somba dan Kawilarang. Pun begitu, tokoh militer Permesta lainnya, Letkol Ventje Sumual, justru mendukung berdirinya RPI.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement