Faktor lain yang memecah Permesta adalah pembunuhan Wakil Perdana Menteri, Joop Warouw. Efeknya, timbullah dua golongan, kubu selatan di bawah Sumual dan utara di bawah Somba dan Kawilarang.
Terjadi beberapa pertemuan antara Somba dengan Gubernur Sulawesi Utara yang pertama, Frits Johanes Tumbelaka pada medio Maret 1960, sebelum akhirnya terjadi penandatanganan damai, 4 April 1941.
Sementara itu, Sumual dan RPI terus merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sampai akhirnya Sumual yang pernah ikut dalam Serangan Oemoem 1 Maret 1949 di Yogyakarta, menyerahkan diri pada Oktober 1961.
Semua pengikut Permesta tanpa kecuali, diberi amnesti dan abolisi oleh pemerintah, melalui Keppres 322/1961. Dengan begitu, berakhirlah gerakan militer yang tentunya juga memakan banyak korban.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.