"Sebelum pembunuhan ini, Dicky berubah total. Dia berubah menjadi sangat baik dan mentraktir kami makan di kantin. Biasanya, apabila pulang sekolah, dia mengangkat bangkunya sendiri ke atas meja, tapi dalam seminggu ini dia menawarkan diri untuk mengangkat semua bangku siswa di kelas," kenang Eko sambil menitikkan air mata.
Eko menambahkan, semua itu adalah kenangan termanis yang ditinggalkan Dicky kepada teman satu sekolahnya. Bahkan, Dicky orangnya ramah dan memiliki banyak teman di sekolah. Begitu juga di luar sekolah, dia anak baik dan punya pergaulan luas.
"Dicky baik tidak hanya di kelas dan sekolah. Dia juga punya banyak kawan di luar sekolah. Saya salut sama Dicky. Akan banyak orang yang akan mengenang dia," katanya.
Tragisnya lagi, Dicky seperti tahu, kalau dia akan dijemput ajal. Di mana, sehari sebelum dia dibunuh dengan sadis, Dicky mengatakan, kalau dia tidak akan bertemu lagi dengan teman-temannya.
"Aku sempat merasa aneh dengar pernyataan dia. Aku tanyakan pada dia, memang mau kemana kau, kok enggak ketemu lagi kita. Dia tak jawab, dia bilang. Sudahlah, ayoklah pulang," tanya Eko.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.