Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Abbott: Indonesia Mengerti Kemarahan Australia

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 01 Mei 2015 |14:57 WIB
Abbott: Indonesia Mengerti Kemarahan Australia
PM Australia Tony Abbott (Foto : Reuters)
A
A
A

CANBERRA – Perdana Menteri Australia Tony Abbott menuturkan sangat menghargai pernyataan Duta Besar Indonesia untuk Australia, Najib Riphat Kesoema, yang mengungkapkan rasa simpati terhadap dua terpidana mati asal Australia yang dieksekusi pada Rabu 29 April 2015 dini hari WIB.

“Rakyat dan Pemerintah Indonesia mengungkapkan rasa simpati kepada keluarga dan teman-teman almarhum. Saat ini adalah masa tersulit dalam hubungan RI-Australia,” demikian pernyataan Dubes Najib, menyusul eksekusi mati yang dilakukan terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Menanggapi pernyataan tersebut, PM Abbott yang telah menarik Dubes Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, karena masalah ini memberikan komentar. Abbott mengatakan bahwa warga Indonesia yang baik mengerti kemarahan yang dirasakan Australia soal eksekusi mati tersebut.

“Ini adalah tanda bahwa orang-orang baik di Indonesia mengerti kemarahan yang dirasakan Australia terhadap hukuman yang kejam dan tidak perlu ini, serta sebuah tanda bahwa hubungan yang baik dan kuat antara Indonesia dan Australia dapat dilanjutkan,” kata Abbott, sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (1/5/2015).

Andrew Chan dan Myuran Sukumaran adalah dua dari beberapa warga Australia yang telah dijatuhi hukuman mati di seluruh dunia. Sebuah laporan dari Guardian menyatakan masih ada 17 orang lagi WN Australia yang terancam hukuman mati. Sebagian besar dikarenakan terkait kasus narkoba.

(Hendra Mujiraharja)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement