nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Australia Tentang Penarikan Dubes dari Indonesia

Jihad Dwidyasa , Jurnalis · Kamis 07 Mei 2015 17:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 05 07 18 1146136 warga-australia-tentang-penarikan-dubes-dari-indonesia-DnPOrY7oRu.JPG PM Abbott putuskan tarik Dubes dari Indonesia (Foto: Reuters)

CANBERRA – Perdana Menteri (PM) Tony Abbott memutuskan melakukan penarikan Duta Besar (Dubes) Australia untuk RI, Paul Grigson, pasca-eksekusi mati dua gembong narkoba Australia. Namun, sebuah jajak pendapat menyatakan mayoritas warga Australia menentang keputusan Abbott itu.

Sebuah jajak pendapat telah dibuat oleh Lowy Institute for International Policy dengan melibatkan sebanyak 1.200 warga Australia. Hasilnya, hanya sebanyak 42 persen yang setuju dengan keputusan PM Abbott untuk penarikan Dubes Australia dari Indonesia.

Dalam jajak pendapat tersebut, ketika ditanya apakah eksekusi mati akan membuat dampak besar dalam berkurangnya minat melakukan perjalanan ke Indonesia, 63 persen dari total responden yang menjawab mengatakan, tidak akan ada bedanya.

“Meskipun PM Abbott menyatakan protes keras atas eksekusi mati dua warganya, tampaknya rakyat Australia lebih memilih berhati-hati dalam mengambil tindakan tegas terhadap Indonesia setelah eksekusi mati yang telah terlaksana,” ujar Direktur Lowy Institute, Michael Fullilove, seperti dikutip Sydney Morning Herald, Kamis (7/5/2015).

Seperti diberitakan, PM Australia Tony Abbott telah memutuskan untuk menarik Dubes dari Indonesia sebagai bentuk kekecewaan atas eksekusi mati dua gembong narkoba, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Pada Minggu 3 Mei, Dubes Australia untuk RI, Paul Grigson, telah terbang menuju Perth, Australia atas perintah PM Abbott. Sesampainya di Perth, Dubes Grigson dijadwalkan berkonsultasi dengan Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini