Obama berhenti menawarkan perjanjian pertahanan formal ke beberapa Koalisi Negara Teluk. Sebaliknya, dia mengumumkan langkah-langkah yang lebih sederhana, termasuk mengintegrasikan sistem pertahanan rudal balistik, beefing cyber dan keamanan maritim. Dengan cara merampingkan penjualan senjata dan meningkatkan latihan militer bersama.
"AS akan membela rekan kami dari Koalisi Negara Teluk untuk melawan serangan dari luar," sambung Obama.
Saat ini, AS dan lima negara lainnya sedang berusaha mencapai kesepakatan akhir program nuklir dengan Iran, yang tenggat waktunya jatuh pada 30 Juni 2015. Kelompok GCC itu sepakat untuk bergabung dalam membicarakan program nuklir ini secara komprehensif dan diverifikasi.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.