Aksi mereka juga diwarnai dengan pembakaran ban bekas di depan pintu gerbang. Namun, jalannya aksi berlangsung relatif tertib, karena puluhan aparat polisi yang berjaga membiarkan mereka membakar ban hingga api padam sendiri.
Kepulan asap berbau menyengat menyelimuti sekeliling halaman depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Menurut Zulfikar, mahasiswa Unisula turun ke jalan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
"Kebangkitan Nasional tetap tidak membawa perubahan terhadap kondisi bangsa saat ini. Rakyat semakin menderita, menjadi kuli, dan pelacur di mata bangsa luar," terang Zulfikar.
Para mahasiswa pun mengakhiri aksi setelah merasa 'dicuekin', lantaran tidak ada perwakilan dari Pemprov Jateng yang menemui mereka. Mereka membubarkan diri meninggalkan sisa bakaran ban bekas yang masih mengepulkan sedikit kepulan asap hitam di depan pintu gerbang.
Seorang mahasiswa yang menolak disebutkan namanya menyatakan aksi mereka tanpa ada komando dari siapapun. "Kita turun bersama-sama atas kesadaran sendiri-sendiri," kata dia yang 'ngotot' tidak mau memberi identitas dirinya.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.