“Itu pun yang mengangkatnya lebih dari 10 orang. Sesampainya di Malawapati suami saya meminta para pekerja meletakkan di dekat pohon beringin putih itu. Dari dulu sampai sekarang belum berubah tempat,” kata Suwarti.
Kabar keramatnya batu tersebut dengan cepat menyebar. Namun, warga Sukoharjo banyak yang tak percaya. Tetapi justru orang dari luar Sukoharjo yang mempercayainya.
Setiap malam Jumat dan Selasa Kliwon banyak orang yang datang bertirakat atau memberi sesaji di batu tersebut sembari meminta doa kepada Pramono. Mereka ada yang dari Demak, Pati, Wonogiri, dan Kaliyoso, Karanganyar.
Warga Begajah, Kecamatan Sukoharjo, Hafid (30), mengaku pernah mencoba mengangkatnya tapi tidak bisa. Padahal menurut dia batu itu tidak seberapa besarnya. Bahkan, batu itu sama sekali tidak goyah.
“Saya sampai ngejan juga enggak bisa menggesernya sedikit saja,” kata dia.
(M Budi Santosa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.