MANILA – Putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS), yang melegalkan pernikahan sejenis di seluruh wilayah AS diyakini dapat mempengaruhi keputusan banyak negara di dunia untuk membuat keputusan serupa.
Menurut laporan CBS News, Senin (29/6/2015), komunitas penyuka sesama jenis di Filipina, India, Australia, dan banyak negara lain, berpikir bahwa putusan yang telah dibuat itu akan mempengaruhi pemerintah negara lain untuk mengubah kebijakannya soal hak kesetaraan kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).
“Di Filipina, para aktivis dari komunitas LGBT masih berupaya meyakinkan pemerintahnya untuk melegalkan pernikahan sejenis. Saya yakin keputusan yang dibuat AS dapat mempengaruhi kebijakan Pemerintah Filipina,” ujar salah seorang profesor di Universitas Filipina, Sylvia Estrada Claudio, yang juga mendukung pernikahan sejenis.
“Saya juga yakin keputusan yang dibuat Mahkamah Agung AS itu akan memiliki dampak yang positif bagi gerakan kami di sini,” lanjutnya.
Sementara itu, menurut salah seorang aktivis dari komunitas LGBT Argentina mengatakan, lima tahun lalu Argentina menjadi negara pertama di Amerika Latin yang melegalkan pernikahan sejenis. Kini, AS juga sudah terpengaruh.
“Menurut saya, keputusan AS yang telah resmi legalkan pernikahan sejenis pada Sabtu 27 Juni merupakan hasil terpengaruh Argentina. Kedepannya, saya yakin negara-negara lain akan terpengaruh oleh keputusan AS,” ungkap Kepala Komunitas LGBT Argentina, Esteban Paulon.
“Terkadang pengaruh Pemerintah AS memang negatif. Namun, keputusan pelegalan pernikahan sejenis ini akan mempengaruhi dunia internasional,” sambungnya.
(Hendra Mujiraharja)