"Saya bilang kenapa enggak hitung jual saja Rp10 per liter. Tapi, tidak usah dihitung biaya nyambung. Si orang susah masih untung Rp40 kita untung karena enggak subsidi. Bingung kan? Makanya, kita harus ganti direksi. Kalau sudah dua tahun sampai 2,5 tahun masih gini juga ya ganti," jelasnya.
Perlu diketahui, pelantikan Dirut PAM dilakukan pada Senin 29 Juni 2015. Sri Widayanto diganti lantaran dianggap tidak memiliki prestasi selama 2,5 tahun di bawah kepemimpinannya.
Oleh karena itu, Ahok pun memutuskan mengganti Dirut PAM dengan Erlan Hidayat yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan PT Jakarta Propertindo (PT Jakpro).
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.