JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mempersilakan para warga pendatang untuk mengadu nasib di Ibu Kota. Ia menjelaskan, lonjakan urbanisasi yang biasa terjadi usai libur pada momentum Lebaran tidak akan menambah masalah bagi Pemprov DKI Jakarta.
"Saya selalu katakan Anda silahkan membawa saudaramu ke Jakarta selama punya duit ya. Enggak ada duit, enggak ada tempat tinggal, jadi PRT (pembantu rumah tangga-Red) saya terima. Karena saya dari bujangan di sini dari sekolah dahulu saya selalu dengar para PRT dipesenin dari tetangga. Bi, bi, nanti kalau datang lagi bawa saudara ya yang mau kerja. Terus begitu mereka dateng ada enggak yang nganggur? Keserap semua tuh," ungkap Ahok, di Balai Kota, Jumat (2/7/2015).
Selanjutnya, mantan Bupati Belitung Timur ini menjelaskan, lonjakan urbanisasi tersebut akan membuat masalah pada Pemprov DKI apabila para warga pendatang itu melakukan tindak kriminal atau bermukim di pinggiran sungai karena akan menambah kumuh DKI Jakarta.
"Yang enggak boleh itukan kalau datang tinggal di pinggir sungai, ngerampok. Kalau ke sini jadi turis, atau beli apartemen, rumah, boleh enggak? Saya malah kasih KTP DKI supaya pajak penghasilan Anda waktu bayar ke pemerintah pusat itu 20 persen akan dibagi ke DKI. Selama orang mau pindah KTP DKI saya bantu loh selama ada duitnya, ada kerja, saya akan bantu," tukasnya.
(Fiddy Anggriawan )