Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Investigasi Dugaan Siswa Tewas Akibat MOS Masih Berlangsung

Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone) , Jurnalis-Senin, 03 Agustus 2015 |17:47 WIB
Investigasi Dugaan Siswa Tewas Akibat MOS Masih Berlangsung
Ilustrasi. Dok Okezone
A
A
A

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih mendalami dugaan tewasnya pelajar di Bekasi usai mengikuti masa orientasi siswa (MOS). Bahkan, Kemendikbud telah melakukan pertemuan dengan orangtua korban, Evan Christopher Sitomorang (12).

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud Asianto Sinambela menjelaskan, sejauh ini, Kemendikbud belum menyimpulkan pihak-pihak yang terkait dalam kasus tersebut.

"Kami sudah ketemu pihak keluarga, kepala sekolah dan sumbernya langsung. Jadi harus diteliti lagi dan data-data dari keterangan sedang dipelajari dan tinggal diserahkan kepada polisi," kata Anto ketika dihubungi Okezone, Senin (3/8/2015).

Anto menegaskan, Kemendikbud belum memastikan informasi terkait kabar bahwa Evan tewas diduga akibat MOS di SMP Flora, Bekasi. Sebab itu, perlu dilakukan pemeriksaan oleh ahli dan dokter terhadap apa yang menjadi penyebab dari pelajar itu meregang nyawa.

"Ada penyakitnya atau tidak, apakah dia (korban) sedang sakit saat mengikuti MOS atau sebelum mengikuti MOS perlu dilakukan pemeriksaan. Jadi perlu dipetimbangkan dari berbagai aspek," katanya.

Menurut Sinambela, kalaupun nanti tim dari Kemendikbud menemukan adanya bukti bahwa sekolah di Bekasi tersebut melakukan tindakan tidak berkenan saat MOS, maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas. Sanksi tidak hanya dijatuhkan kepada guru dan sekolah bersangkutan, tetapi juga kepada Dinas Pendidikan dan Pemda Bekasi.

"Sanksi keras yang akan diberikan kepada sekolah itu adalah izin sekolahnya bisa dicabut atau akreditasinya diturunkan, biar masyarakat tahu," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, diduga keletihan mengikuti MOS di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) SMP Flora, Bekasi. Evan Christoper Situmorang (12) yang mengikuti MOS meninggal dunia. Menurut ibu korban, Ratna Gumaroah (43), sebelum meninggal dunia, anak kesayangannya itu mengalami sakit di bagian kaki dan betisnya usai mengikuti MOS. "Saat itu, saya lihat kedua bagian tubuhnya membiru," ujar Ratna.

(Muhammad Saifullah )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement