"Kalau hanya kasat mata, kita lihat tidak bisa membedakan batu asli atau palsu, dengan senter pun juga tidak bisa," katanya.
Syam mengaku tidak mengetahui peralatan apa yang dipergunakan untuk membuat batu palsu. Namun, dia memprediksi peralatan tersebut sangat cangih karena kemiripan dengan batu asli Indonesia mendekati sempurna. "Kita enggak tahu kok bisa membuat batu palsu, mungkin mereka memiliki peralatan yang cangih," ujarnya.
Dirinya menyebut sudah ada temuan batu gambar palsu asal Tiomgkok yang menyebar di Pacitan, Jawa Timur. Batu tersebut diklaim dari Pacitan, kota kelahiran mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Di Pacitan (Jatim) sudah ada batu palsu asal Cina. Itu sudah termasuk penipuan, mengaku batu asli sana (Pacitan) tapi ternyata produk Cina. Kita berharap para pecinta batu gambar untuk mengecek keaslian batu di lab," paparnya.
Syam juga berharap ada lab-lab pada setiap central penghasil batu alam asli Indonesia. Sehingga keaslian batu bisa langsung dideteksi dengan pengujian di lab. "Lab di Jakarta ada, di Yogya ini baru ada satu di XT Squer, tapi memang sebaiknya setiap sentral penghasil batu mulia itu ada Lab," jelasnya. (ang)
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.