"Proses olah TKP tidak ditemukan pada korban, baik itu KTP, handphone, atau lainnya," ujar Kapolres Garut, AKBP Arif Rachman, di Hotel Cipaganti, Tarogong, Garut, Jawa Barat, Kamis 6 Agustus 2015.
Selanjutnya, Polres Garut juga melakukan fingerprint dengan menggunakan mobile automatic investigation system, tetapi juga tidak muncul karena datanya belum masuk serta sidik jari korban yang sudah rusak karena terendam selama 24 jam.
"Lalu kami melakukan scanning sosial. Kami juga melakukan kerja sama dengan Polda Metro dan berhasil mengamankan seorang tersangka," tutur Arif.
Alasan sales alat kesehatan ini nekat menghabisi nyawa Rian, karena ia tersinggung saat diajak berhubungan badan. Polisi pun masih menyelidiki pengakuan tersangka.
Pengungkapan kasus ini bermula pada keterangan keluarga korban yang mengatakan kalau Rian memiliki teman dekat bernama Andy Wahyudi. Tak menunggu waktu lama, polisi menyambangi rumah AW untuk dimintai keterangan.
"Saat ke rumahnya AW, kami melihat ada mobil korban di rumahnya," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti beberapa waktu lalu.