DEPOK - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak kini sedang dalam tahap verifikasi data calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tiap daerah.
Dalam perjalanannya, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mendapatkan laporan pengaduan terkait adanya indikasi ijazah palsu oleh kepala daerah.
Menteri Ristek Dikti M Nasir mengatakan sedikitnya terdapat dua laporan calon bupati yang terindikasi berijazah palsu. Dua daerah tersebut yakni kabupaten di wilayah Aceh dan Nusa Tenggara Timur.
"Ijazah palsu ada yang di barat dan timur terindikasi. Yang masuk ke kami pengaduan. Wilayah kabupaten di NTT dan Aceh. Ini baru sebatas pengaduan ya," tegasnya disela- ela penutupan MTQ Nasional di Balairung Kampus UI, Depok, Jumat (7/8/2015) malam.