JAKARTA - Rencana pelaksanaan tujuh megaproyek pembangunan Gedung DPR RI menuai kritikan, karena harus merogoh dana mencapai Rp1,6 triliun.
Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan, meminta kepada semua pihak untuk tidak terlebih dahulu berandai-andai dengan wacana tersebut, termasuk soal besaran anggaran yang dibutuhkan.
"Sekarang enggak usah berandai-andai, melihat dari versi mana-mana," ungkap Taufik usai rapat paripurna soal APBNP di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2015).
Ia mengatakan, seluruh fraksi sudah menyampaikan pandangan umum dalam rapat paripurna membahas nota keuangan. Pembahasannya terkait berbagai hal, termasuk pengembangan DPR RI.
"Namun Badan Anggaran (Banggar) belum bahas, tapi sempat mengingatkan kembali ini menyangkut keterbatasan ruang. Dikembalikan lagi ke Banggar," ungkapnya.
Waketum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi rencana tersebut. Namun, keputusan memang belum dibuat lantaran pembahasan baru masuk pada pandangan umum fraksi.
"Nanti ada kajian mendetail yang mencakupi aspek transparansi, sampai sekarang Banggar sama pemerintah belum pada posisi membahas anggaran. Sudah ada wacana pengembangan tapi on positioning baru tahapan pandangan umum," simpulnya. (awl)
(Susi Fatimah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.