Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Prosesi Langka Pengantin Reog

Ahmad Subekhi , Jurnalis-Senin, 24 Agustus 2015 |22:49 WIB
Prosesi Langka Pengantin Reog
Ilustrasi kesenian Reog (Foto: Antara)
A
A
A

PONOROGO – Sepasang pengantin di Ponorogo, Jawa Timur, menggelar prosesi pernikahan ala Reog. Rangkaian prosesi adat turut diramaikan iringan Tari Warok, Jathil dan Dadak Merak.

Kemeriahan ini pun berlangsung saat pagelaran Reog berlangsung di tengah undangan yang hadir. Pengantin mengaku prosesi langka ini, digelar untuk melestarikan budaya khas Ponorogo yang nyaris punah.

Pagelaran ini digelar di tengah undangan pesta ‘ngunduh’ mantu. Undangan dan rombongan pengantar pengantin pun terpukau dengan aksi seniman Reog ini.

Prosesi unik ini dihampar pasangan pengantin Vidra Susanto dan Prisilia Putri, warga Desa Cekok, Kecamatan Babadan, Ponorogo yang konon, sudah ada sejak abad 15 atau di masa Kerajaan Majapahit.

Rangkaian prosesi diawali perjalanan rombongan pasangan pengantin. Di urutan paling depan ada Ganongan, diikuti Barongan dan Warok Tua serta Dadak Merak.

Di belakangnya, pasangan pengantik diapit pembawa kembar mayang. Berurutan di belakangnya, rombongan pengantar pengantin dan atraksi Ganongan terus beraksi sepanjang perjalanan.

Saat di depan rumah mempelai pria, dilakukan prosesi “Wasuhan” dan “Wiji Dadi” atau memecah telur. Kemudian, rombongan Reog mengantar pengantin ke pelaminan.

Sama seperti prosesi pernikahan yang banyak digelar di berbagai wilayah Pulau Jawa, rangkaian berikutnya diteruskan proses “sungkeman” atau meminta restu kedua orangtua.

Saat mempelai sudah sampai di kursi pelaminan, rombongan Reog menggelar pentas utamanya. Seiring perkembangan zaman, proses pernikahan “Ponorogan” ini mulai jarang digelar.

Karena membutuhkan biaya besar dan tempat yang luas. Dua mempelai, Vidra dan Prisilia mengaku memilih prosesi langka ini sebagai wujud kecintaan mereka pada seni Reog.

Bimo, Seniman Reog yang ikut dalam prosesi ini juga berharap agar adat pengantin khas Ponorogo ini bisa terus terjaga agar tidak punah dan kalah dengan kesenian asing.

(Randy Wirayudha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement