WASHINGTON – Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) akan meluncurkan jet tempur mutakhir F-22 menuju Eropa, sebagai bagian dari upaya membantu aliansi NATO yang khawatir dengan perkembangan militer Rusia. Laporan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Angkatan Udara AS, Deborah James.
Meski tidak menyebutkan secara spesifik perihal jumlah jet tempur yang akan diluncurkan ke Eropa itu, James menyatakan bahwa program itu telah disetujui langsung oleh Menteri Pertahanan AS, Ash Carter.
“Aktivitas militer Rusia yang berlanjut di Ukraina tentu saja membuat keprihatinan bagi kami dan anggota aliansi NATO. Bagi Angkatan Udara, peluncuran jet tempur F-22 ke Eropa dinilai sangat penting,” ujar Deborah James, seperti dilansir dari NBC News, Selasa (25/8/2015).
“Peluncuran jet tempur F-22 ke Eropa itu sendiri telah mendapat persetujuan dari Menhan Carter, sebagai respons dari permintaan anggota NATO,” lanjutnya.
Dirinya menambahkan, pengiriman jet tempur F-22 ini adalah bentuk komitmen kuat AS terhadap sekutu-sekutunya.
Jet tempur F-22 diketahui merupakan pesawat generasi kelima yang memiliki kemampuan mode siluman, dan mampu melakukan menjatuhkan bom misil untuk penyerangan darat. Selain itu, jet tempur ini juga dapat melakukan duel udara dengan sangat baik.
Sebagaimana diberitakan pada Rabu 19 Agustus 2015, AS dan NATO sejatinya telah melakukan latihan udara gabungan yang diikuti oleh 11 negara. Latihan gabungan itu diklaim sebagai yang terbesar sejak berakhirnya Perang Dingin.
Pihak militer AS mengatakan, puncak latihan tersebut akan berlangsung pada 26 Agustus ketika pesawat-pesawat tempur sekutu akan menerjunkan lebih dari 1.000 pasukan dan peralatannya ke daerah pelatihan di Hohenfels, Jerman.
(Hendra Mujiraharja)