"Kita harapkan, dengan adanya tambahan pendeteksi ini bisa mencegah masuknya narkotika ke Indonesia," simpulnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Dwijo Muryono mengatakan, penyelundupan narkotika melalui jalur udara masih tergolong tinggi karena menghubungkan dengan berbagai negara.
“Kami melakukan pengetatan pengawasan melalui petugas di lapangan dan akan terus memeriksa seluruh barang bawaan penumpang,” jelas Dwijo.
Menurutnya, Indonesia masih menjadi pasar potensial perdagangan narkoba karena harganya yang tinggi. "Di Iran, harga sabu hanya Rp500 ribu per gram, di Indonesia bisa Rp1,5 juta. Karena banyak pelaku yang melakukan berbagai cara untuk bisa menyelundupkannya ke sini,” tutupnya. (awl)
(Susi Fatimah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.