nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keracunan Kabut Asap, 47 Siswa di Riau Pingsan

Jum'at 04 September 2015 19:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 09 04 340 1208545 keracunan-kabut-asap-47-siswa-di-riau-pingsan-DfTpQDcwqg.jpg Petugas pemadam gabungan berusaha memadamkan api di cagar alam Biosfer Giam Siak (Foto: Riaumandiri.co)

PEKANBARU – Efek negatif kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan di Riau saat ini benar-benar sudah memasuki tahap yang mengkhawatirkan. Di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, sebanyak 47 orang siswa pingsan karena mengalami gangguan pernafasan akibat kabut asap.

Nada miris tentang masih maraknya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini, juga dilontarkan Danrem 031/Wirabima, Brigjen Nurendi. Pihaknya mengharapkan aparat penegak hukum dalam hal ini Kepolisian, untuk lebih tegas lagi terhadap pelaku Karhutla. Pasalnya, selama ini cukup banyak pelaku pembakar lahan hanya sebatas diperiksa dan dilepaskan kembali karena tidak cukup bukti.

Informasi yang dirangkum Haluan Riau dari Kabupaten Kampar, dari total 47 siswa yang pingsan tersebut, sebanyak 45 orang merupakan siswa SMP di Kecamatan Rimbo Panjang dan Tambang. Sementara dua siswa lainnya, merupakan santri di salah satu pesantren di Bangkinang.

Untuk kawasan Rimbo Panjang dan Tambang, sejak beberapa hari belakangan ini, kabut asap di kawasan tersebut tampak lebih tebal dibanding kawasan lain. Sejumlah titik lahan yang berada di sepanjang Jalan Lintas Riau-Sumatera Barat, tampak menghitam karena hangus terbakar.

Perihal adanya puluhan siswa yang menjadi korban kabut asap itu, dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kampar, dr Muhammad Haris. Bahkan, dua santri di Bangkinang langsung dibawa ke RSUD Bangkinang supaya bisa menerima penanganan yang lebih maksimal.

"Seluruh korban telah ditangani tim medis untuk mendapatkan perawatan," terangnya, Kamis, 3 September kemarin.

Sedangkan Kepala Puskesmas Bangkinang, dr Delpan Syukri, juga membenarkan hal itu. Menurutnya, dari pemeriksaan yang dilakukan pihak, dua santri di Bangkinang tersebut menderita penyakit asma.

"Jadi memang sangat rentan terhadap kabut asap,” tuturnya.

(rtw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini