"Jarak pandang di bawah batas normal sehingga kami meminta pilot tidak menerbangkan pesawat demi keselamatan calon penumpang dan penerbangan," ucapnya.
Ia mengatakan, informasi yang diterima dari Stasiun Meteorologi di area bandara, jarak pandang pukul 06.00 Wita hanya sekitar 300 meter dari jarak normal 800 meter.
Kemudian, pukul 07.00 Wita jarak pandang di kawasan bandara hingga landasan pacu semakin menurun menjadi 200 meter sehingga enam penerbangan ditunda.
"Pukul 08.00 Wita jarak pandang meningkat menjadi 700 meter dan terus naik hingga 2.000 meter pada pukul 09.00 Wita dan pesawat bisa terbang pukul 08.15 Wita," ujarnya.
Dikatakan, penundaan penerbangan akibat pekatnya kabut asap yang menyelimuti kawasan bandara sudah tiga kali terjadi selama Agustus hingga awal September.