Para personel direkrut dari para veteran dan bekas Koninklijke Marine (Angkatan Laut Belanda), Kaigun Heiho (Heiho AL Jepang), maupun para buruh pelabuhan.
Soal alutsista, tentu masih memprihatinkan lantaran hanya bisa mendayagunakan peninggalan Jepang, baik itu boat (perahu), senjata, maupun perlengkapan dan peralatan pangkalan.
Sebutan BKR mulai dihilangkan, seiring keluarnya Maklumat Pemerintah pada 5 Oktober 1945, di mana BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR).
BKR Laut pun berubah nama jadi TKR Laut, kendati di beberapa daerah pergantian jadi TKR Laut baru efektif terjadi sebulan berikutnya.