“Saya akan menaruh sebuah tas dekat kerumunan orang. Namun, pastikan taruh bom itu di tempat polisi tidak bisa mencarinya,” kata Goldberg dalam sebuah pesan singkat yang dikirim pada 27 Agustus, seperti diberitakan Daily Star, Jumat (11/9/2015).
Menurut dokumen pengadilan, keberadaannya berhasil ditelusuri setelah dia mengeluarkan komentar melalui Twitter. Dia berkomentar mengenai penembakan di Texas pada Mei 2015.
Goldberg yang berasal dari Orange Park, Florida, terancam dipenjara selama dua dekade jika terbukti bersalah.
(Hendra Mujiraharja)