KOTA JAMBI — Kabut asap yang menyelimuti Provinsi Jambi sudah sangat meresahkan warga. Apalagi tingkat polusinya sudah dikategorikan berbahaya dan beracun. Namun warga merasa pemerintah terkesan tidak banyak berbuat.
Padahal, karena asap beracun, sekolah terpaksa diliburkan dan perekonomian masyarakat mulai lumpuh, lantaran banyak para wiraswasta tidak bisa bekerja. Musibah kabut asap juga sudah memakan korban jiwa.
Warga yang kecewa pun melakukan aksi protes. Seperti Tajri Danur, aktivis Jambi, yang memasang masker pada patung Pahlawan Jambi, Sultan Thaha Syaifuddin, di Simpang Makalam, Bandara Sultan Thaha, dan Thehok.
Menurut Tajri, aksi ini sebagai protes terhadap pemerintah yang terkesan membisu seperti patung, padahal realita kabut asap semakin parah setiap hari. Patung-patung ini diibaratkan sebagai sikap pemerintah yang diam saja melihat kabut asap, bahkan memberi informasi bahwa titik api di Jambi sudah nol.
Di sisi lain, dipasangnya masker pada patung penari di Simpang Adipura, Thehok, Jambi Selatan, sebagai ungkapan selamat datang di negeri Jambi yang berkabut dan menjadi kawasan wajib masker untuk menghindari bahaya.
(Retno Wulandari)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.