JAKARTA - Mungkin sejumlah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) lupa diri ketika partainya sudah berkuasa. Di rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), partai berlambang kepala banteng moncong putih ini begitu keras menolak kenaikan gaji bagi SBY.
Namun kini, usulan kenaikan gaji bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pertama kali justru dilontarkan sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di DPR. PDIP memang diketahui selaku partai utama pengusung Presiden Jokowi.
"Sekarang PDIP tengah berkuasa, jadi dia lupa pernah jadi oposisi. Jadi memang banyak partai-partai ini lupa bahwa apa yang mereka tolak ketika jadi oposisi dulu. Ini menunjukkan secara umum program partai kita ini sangat pragmatis, sangat situasional," ujar pengamat politik Arya Fernandes kepada Okezone, Sabtu (19/9/2015).
Menurut Arya, sikap PDIP ini bukan kali pertama terjadi, karena ketika kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), PDIP juga menunjukkan hal yang sama. Ketika menjadi oposisi mereka mati-matian menolak kenaikan harga BBM, namun kini justru sebaliknya ketika Presiden Jokowi berkuasa.