Dari hasil penyidikan, pelaku mengungkapkan mendapat hewan langka ini dari seseorang di Kalimantan Selatan. Hewan kemudian dikirim menggunakan bus antarprovinsi.
“Jadi, transaksi mereka tidak pernah saling tatap muka. Semuanya via komunikasi telefon dan pembayaran dengan transfer antarbank,” tambahnya.
Mengenai harga, Haris menyebutkan bahwa hewan ini dijual dengan harga antara Rp350 ribu hingga Rp500 ribu. Meski dilindungi, peminat hewan ini juga cukup banyak di Samarinda.
“Memang sengaja dijual saat masih bayi karena masih jinak. Kalau sudah dewasa, tentu akan sulit dipindahkan, apalagi dirawat karena bisa melukai orang yang mendekatinya,” kata Haris.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.