Damaskus melabeli semua yang terlibat perang melawan Presiden Bashar al Assad sebagai gerakan terorisme, termasuk semua gerakan pemberontakan yang dibantu negara-negara Barat.
Pria berambut putih itu juga menambahkan bahwa tindakan Rusia masih berada dalam koridor hukum internasional dan masih berkoordinasi dengan Suriah. Hal tersebut berbeda dengan tindakan Amerika Serikat (AS) yang terkesan tidak efektif.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah memberikan bantuan yang penting kepada mitra mereka Suriah semenjak pemberontakan bersenjata melawan rezim Al Assad pecah pada 2011.
Moskow boleh saja berpendapat bahwa bantuan mereka pada Suriah sebatas kerjasama pertahanan militer. Akan tetapi, muncul berita yang menyatakan bahwa Rusia sudah menyebar pasukan militernya di Suriah yang menjadi basis angkatan laut Rusia pada era Uni Soviet.
Pihak AS menyatakan sudah berulang kali memperingatkan Rusia bahwa tindakan mereka untuk memperkuat Assad hanya akan memperkeruh suasana.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.