Isyarat aneh lain yang dirasakan istri Jenderal Parman adalah ketika suaminya tiba-tiba menyuruh Sumirahayu untuk jalan-jalan ke luar kota, seperti ke Cibubur atau ke Cisalak.
Begitu juga ketika Jenderal Parman sempat mengajak istrinya pelesiran ke Bogor. Suatu perilaku ganjil lantaran selama ini Jenderal Parman bukan sosok yang gemar tamasya.
Hal lain yang tak kalah aneh adalah ketika pada 30 September 1965, tepat jam 12 malam, Jenderal Parman dan istri keheranan dengan kedatangan kawanan Burung Gereja dan Burung Sriti di kamar tamu rumah mereka, Jalan Serang Nomor 32, Menteng, Jakarta Pusat.
“Lho kok banyak sekali burung gereja di kamar tamu itu?” tanya Jenderal Parman yang segera dijawab singkat istri, “Ah, sudahlah. Tidur saja”.
“Lho, sekarang banyak Burung Sriti?,” tanya Jenderal Parman lagi keheranan. Keganjilan itu seolah jadi pertanda. 1 Oktober 1965 subuh sekira pukul 04.00, pasutri yang kala itu sudah terbangun dari tidurnya dikagetkan dengan kedatangan 20 personel Tjakrabirawa.