Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

30 September: Jenderal Parman Sudah Berisyarat Dimakamkan di Kalibata

Randy Wirayudha , Jurnalis-Rabu, 30 September 2015 |06:16 WIB
30 September: Jenderal Parman Sudah Berisyarat Dimakamkan di Kalibata
Letjen TNI (Anumerta) Siswondo Parman (Foto: Repro Museum Pahrev Ahmad Yani/Randy Wirayudha)
A
A
A

SATU dari sembilan jenderal dan satu personel polisi yang jadi korban Gerakan 30 September (G30S) 1965 adalah Mayjen Siswondo Parman. Asisten I Menpangad bidang Intelijen itu satu dari beberapa jenderal yang masih hidup ketika diculik dan dihabisi di Lubang Buaya.

5 Oktober 1965, jenderal baru menikah 14 tahun bersama Sumirahayu dan tanpa dikaruniai keturunan itu, ikut dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, bersama kolega dan atasannya, Menpangad Jenderal (Anm) Ahmad Yani – sebagaimana keinginannya beberapa waktu sebelum kejadian.

Ya, seperti dikutip dari buku ‘Tujuh Prajurit TNI Gugur: 1 Oktober 1965’. Jenderal Parman pada suatu ketika, sudah berpesan pada sang istri, Sumirahayu, jika nanti dirinya gugur, jenderal kelahiran Wonosobo, 4 Agustus 1918 itu ingin dikebumikan di TMP Kalibata.

Wah, Ini Taman Makam Pahlawan! Tempat bahagia bagiku, jeng. Jangan lupa ya, kalau aku gugur supaya bisa dimakamkan di sini. Jangan lupa pula supaya pada kijingku (batu nisan), nanti ditulis ‘Pejuang Sejati’,” ucap Jenderal Parman kepada istri ketika berada di depan TMP Kalibata.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement