"Dan Presiden yang prorakyat malah sering berkunjung ke luar negeri, seperti mengajak investasi, padahal masyoritas Indonesia itu cenderung nasionalis," tegasnya.
Karenanya, dia binggung mengapa Jokowi bisa terpilih menjadi presiden, padahal dalam filasfat Jawa, orang cenderung memilih calon berdasarkan bibit, bobot dan bebet. Bibit berarti asal-usul, keturunan. Bebet adalah keluarga, lingkungan, dengan siapa teman-temannya. Sedangkan bobot adalah kepribadian, pendidikan, pekerjaan.
"Pak Jokowi orang beruntung tidak disangka akan menjadi presiden, karena orang Jawa harus ada bibit, bobot bebetnya, ini mah gak tau yang mana yang dipunya Jokowi," tegasnya.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.