JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) memaparkan data bahwa 70 persen narkoba di Indonesia dikendalikan oleh gembong-gembong yang mendekam di dalam lembaga permasyarakatan (LP).
Deputi Pencegahan BNN Antar MT Sianturi memberi contoh gembong narkoba Freddy Budiman yang mendekam di lapas tapi semakin bertambah subur dan sukses.
Hal itu lantaran Freddy bisa mengendalikan jaringan narkoba. Padahal, orang-orang yang ada di dalam sel biasanya depresi sehingga badannya sekalian kurus.
"Lihat saja (gembong narkoba) Freddy Budiman tambah sehat di sana, tambah gemuk di Lapas (Nusakambangan)," ujar Sianturi dalam seminar penyuluhan tentang narkoba di DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (20/10/2015).
Dia mengungkapkan, para gembong narkoba memiliki peralatan cangih sehingga masih bisa mengendalikan narkoba, dan bukan lagi mengunakan provider, melainkan sudah melalui alat komunikasi yang langsung terhubung dengan satelit.
"(Sebanyak) 70 persen peredaran narkoba dikendalikan dari dalam penjara. Di Cipinang, mereka itu di dinding-dinding punya peralatan langsung ke satelit," jelasnya.
Karena itu, dia mengaku saat ini Indonesia sudah menjadi darurat narkoba, lantaran bagi para gembong narkoba Indonesia adalah lahan subur dalam menyebarkan barang haram itu.
"Indonesia jadi peredaran narkoba karena pemakai cukup besar di sini makanya jadi incaran bandar," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.