Gubuk tersebut, kata Kamal, didirikan dengan menggunakan material kayu triplek dan disekat dengan gorden untuk setiap biliknya.
"Awalnya di bawah jembatan tersebut sering digunakan PHL kebersihan untuk beristirahat, nanti kita juga surati intansi terkait agar lebih memperhatikan kebersihan di lokasi tersebut," katanya.
Diungkapkan Kamal, warga Petojo Selatan kerap menyebut tempat prostitusi tersebut dengan sebutan gocer alias gocap ceria. Sebab, tempat prostitusi itu digunakan oleh kalangan kelas ekonomi bawah.
"Karena warga mengatakannya begitu, tempat itu diberi nama gocer alias gocap ceria karena tempat prostitusi kalangan bawah. Padahal bau di situ lho, saya saja heran dan tak menyangka," pungkasnya.
(Susi Fatimah)