Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Negara-Negara Balkan Ancam Tutup Perbatasan

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Minggu, 25 Oktober 2015 |16:00 WIB
Negara-Negara Balkan Ancam Tutup Perbatasan
Rute yang harus dilewati para pengungsi untuk menuju Jerman lewat jalur darat (Foto: BBC)
A
A
A

BRUSSELS – Negara-negara Balkan mengancam akan menutup perbatasan mereka apabila negara-negara tetangga mereka di sebelah utara juga menutup perbatasan. Bulgaria, Rumania, dan Serbia menyatakan hal tersebut menjelang pertemuan antara negara-negara Balkan dengan Uni Eropa.


Presiden Slovenia Borut Pahor menyatakan negaranya akan bertindak sendiri sebelum semuanya terlambat apabila pertemuan yang digelar hari ini gagal mencapai kesepakatan. Perdana Menteri Slovenia Miro Cerar sebelumnya juga sudah menolak untuk menurunkan pagar pengaman yang dibangun di perbatasan dengan Kroasia.


Slovenia sendiri bersedia untuk menampung para pengungsi dan membuka perbatasan mereka selama Austria tetap membuka perbatasan. Sebelumnya, Slovenia sudah menolak permintaan Kroasia untuk menampung lebih banyak pengungsi dengan alasan mereka hanya mampu menampung sebanyak kuota yang disediakan Austria.


Kroasia berada dalam persimpangan karena sebelumnya Hungaria sudah menutup perbatasan mereka. Hungaria adalah negara favorit para pengungsi untuk transit sebelum menuju Austria, Jerman, dan Swedia yang menjadi tujuan favorit mereka mencari suaka.


“Kami dalam keadaan waspada. Apabila Jerman dan Austria menutup perbatasan mereka, kami tak akan membiarkan negara kami menjadi penampungan sementara. Kami siap menutup perbatasan,” ujar Perdana Menteri Bulgaria Boiko Borisov, seperti dilaporkan BBC, Minggu (25/10/2015).


Borut Pahor dalam akun Facebook menyebut tolok ukur kesuksesan pertemuan di Belgia hari ini adalah adanya kontrol yang ketat terhadap arus pengungsi dari Turki ke Yunani. Hal ini diamini oleh Perdana Menteri Kroasia Zoran Milanovic yang menyebut mencari solusi selain membatasi pengungsi masuk Eropa adalah buang-buang waktu.


Jerman sebagai negara tujuan favorit para pengungsi menyatakan diri siap menerima lebih dari 800 ribu orang hingga akhir tahun ini. Pernyataan tersebut membuat para pengungsi menyerbu Jerman lewat jalur darat.


Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Jean Claude-Juncker menyebut negara-negara Balkan harus berhenti mengirim para pengungsi ke negara-negara Eropa lain. Pria berusia 60 tahun itu harus berhati-hati dan mengatur para pengungsi dengan tertib.


Pernyataan Juncker dengan segera dicibir oleh Zoran Milanovic. Pria 48 tahun itu menyarankan agar Juncker melihat sendiri secara langsung ke lapangan. Dia juga menyebut pernyataan semacam itu hanya dikeluarkan oleh orang yang tak pernah membaca berita atau baru bangun dari tidur panjang.


Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement