"Kalau nanti saat tiba di Indonesia tidak melakukan apa-apa maka itu pencitraan," tegas Hendri.
Sebelumnya, Presiden Jokowi membatalkan sejumlah agenda ke Silicon Valley, San Fransisco, AS. Pembatalan itu karena dirinya memutuskan untuk pulang lebih cepat guna memantau penanganan kabut asap.

Jokowi mengaku telah menelefon Menteri Koordinator Bidan Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan untuk meng-update perkembangan jumlah titik api (hotspot). Dan, terbukti hotspot terbanyak ada di Sumsel dan Kalteng. Kalteng berjumlah 366 hotspot, Sumsel 146 dan sejumlah lokasi lainnya.
Banyaknya keluhan dari masyarakat yang berkaitan dengan dampak kesehatan dari bencana asap, menjadi salah satu penyebab dirinya memutuskan membatalkan kunjungan ke West Coast dan kembali ke Indonesia. Berdasarkan jadwal, kunker Jokowi ke negeri Paman Sam tersebut sejatinya berlangsung pada 25-28 Oktober.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.