NAYPYIDAW – Kekhawatiran akan munculnya tindak kekerasan dan kerusuhan dalam pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) di Myanmar sangat beralasan. Sebelum berlangsungnya peristiwa bersejarah tersebut, kampanye partai oposisi National League for Democracy (NLD) yang berlangsung di Rangoon diserang sekelompok pria bersenjata tajam.
Beberapa orang bersenjatakan pedang dan golok menyerbu kampanye Partai di kota kecil Thaketa yang letaknya berdekatan dengan Rangoon. Akibatnya anggota parlemen Myanmar dari Partai NLD Naing Nan Lynn dan dua orang lainnya mengalami luka-luka serius di kepala dan tangannya.
“Salah satu dari mereka datang dan mulai berteriak ke arah mobil. Dia kembali dengan dia orang lainnya bersenjatakan golok dan mulai menyerang orang-orang di sekitar truk kampanye,” kata Manajer Kampanye NLD Aung Myo Oo, sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (30/10/2015).
Ketegangan mulai terasa di hari-hari menjelang pemilu yang akan diadakan pada 8 November 2015 mendatang. Jajak pendapat menunjukkan partai oposisi NLD yang diketuai oleh tokoh perdamaian Myanmar Aung San Suu Kyi unggul jauh dari saingan-saingannya.
Pemilu kali ini menjadi sorotan karena disebut-sebut sebagai pemilu Myanmar pertama dalam 25 tahun terakhir yang akan dilakukan secara jujur dan adil. Namun, banyak pihak melontarkan kritik keras atas tidak adanya hak suara bagi minoritas muslim Rohingya, dan tidak adanya kandidat muslim yang diusung 91 partai peserta pemilu.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.