Menlu Retno kemudian menyampaikan bukti tambahan, dari Maret hingga Oktober 2015 dirinya terus melakukan serangkaian persiapan, berkoordinasi dengan kementerian lembaga lain, dan tentunya melibatkan KBRI kita di Washington dan Jakarta.
Dari saya pribadi, saya memimpin rapat persiapan kunjungan selama tiga kali, pada level menteri. Itu saya lakukan pada tanggal 17 september, 7 Oktober, dan 17 Oktober. Jadi, tiga kali persiapan pada tingkat menteri. Kemudian kami juga mengadakan rapat dengan kementerian lembaga terkait sebanyak 10 kali. Kementerian lain yang terkait pun mengadakan rapat dengan Kemlu sebanyak 20 kali terkait dengan persiapan nota kesepahaman (MoU) yang akan ditandatangani sebagai hasil kunjungan Presiden Jokowi ke AS,” imbuh Menlu Retno.
“Saya pun telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu AS John Kerry pada 22 September 2015, sebagai persiapan terakhir kunjungan Presiden Jokowi ke Gedung Putih yang berlangsung pada 26 Oktober 2015,” sambungnya.
Dari data-data itulah, Menlu Retno membuktikan bahwa isu tak sedap tersebut benar-benar terbantahkan.
“Jadi, saya pikir dari surat tersebut jelas bahwa komunikasi dilakukan dari awal secara resmi, melalui saluran-saluran resmi, dan dipimpin sepenuhnya oleh Menlu RI,” tegasnya.
(Jihad Dwidyasa )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.