Saat ini, Australia menghadapi masalah dan kritik terkait imigran ilegal serta pencari suaka yang turut menyita perhatian para negara anggota ASEAN.
Pada Juni 2015, mantan Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott mengakui telah menyuap kapten kapal yang membawa pengungsi ilegal untuk berputar kembali ke Indonesia. Sedangkan pada Senin 9 November, kerusuhan terjadi di fasilitas penahan pencari suaka Australia di Pulau Natal setelah seorang pengungsi ditemukan tewas.
Menteri Imigrasi Australia Peter Dutton mengatakan, kerusuhan terjadi setelah kematian seorang tahanan yang diidentifikasi sebagai warga Kurdi Iran yang melarikan diri pada Sabtu 7 November 2015. Jasadnya ditemukan di dasar jurang jauh dari pusat fasilitas penahanan.
(Jihad Dwidyasa )