Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan pada 2014 bahwa ‘Enjo Kosai’ terus memfasilitasi praktek prostitusi anak-anak di Jepang.
Dalam responnya terhadap protes dari Kemlu Jepang, Buquicchio mengatakan bahwa dirinya tidak menerima statistik resmi dalam ruang lingkup ‘bisnis Enjo Kosai’ dalam negara tersebut selama perjalanannya.
“Namun, banyak lawan bicara saya menyebut hal tersebut sebagai sebuah tren yang mengkhawatirkan dan dapat dengan mudah mengarah kepada eksploitasi seksual anak di bawah umur dalam bisnis yang menguntungkan itu,” ucap Buquicchio.
“Dalam sebuah konferensi pers, saya merujuk kepada perkiraan yang telah saya lihat di sumber-sumber terbuka untuk menyorot fenomena yang harus segera ditangani ini,” lanjutnya.
(Jihad Dwidyasa )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.