Perjuangan kemudian dilanjutkan Laksamana Malahayati. Perempuan perkasa itu berada digaris depan memimpin perang. Kemudian dor.. ia roboh diterjang peluru.
Satu-satu pejuang Aceh diperankan gugur di medan perang melawan musuh, namun itu tak menyurutkan semangat mereka untuk mengusir penjajah dari bumi Aceh. Hingga akhirnya kemerdekaan diraih.
Mereka kemudian menyanyikan lagu "Gugur Bunga" untuk mengenang jasa-jasa pahlawan. Teatrikal tak berhenti di sini.
Selepas adegan perang, mereka menampilkan perjuangan rakyat yang sangat sulit mendapatkan kesejahteraan meski sudah merdeka.
Guru, petani, nelayan dan jelata diikat oleh penguasa dan berjalan tertatih-tatih. Pemerintah diperankan begitu sombong dengan kekuasaannya dan tertawa terbahak-bahak melihat rakyat dalam belenggu kesusahan.
Mereka menggambarkan penindasan masa kini yang dilakukan penguasa. Mereka mengutip pernyataan proklamator kemerdekaan Soekarno bahwa "perjuangan orang dulu lebih mudah karena melawan penjajah, sedang perjuangan sekarang lebih sulit karena melawan bangsanya sendiri."