PBB Peringatkan Bahaya Jutaan Belalang di Musim Hujan

ant, · Kamis 12 November 2015 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 12 18 1248098 pbb-peringatkan-bahaya-jutaan-belalang-di-musim-hujan-AJ5OsGvicE.jpg (Foto: Radioaustralia.net.au)

NEW YORK - Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) memperingatkan hujan yang sangat lebat dan meluas yang turun belum lama ini di bagian barat-laut Afrika, Tanduk Afrika dan Yaman dapat memicu perkembang-biakan belalang.

"Pemantauan seksama perlu dilakukan selama enam bulan ke depan guna mencegah serangga tersebut membentuk gerombolan yang menghancurkan," kata Juru Bicara Stephane Dujarric dalam satu taklimat harian di Markas Besar PBB, New York.

Setelah berada di udara, gerombolan puluhan juta belalang dapat terbang sampai sejauh 150 kilometer per hari dengan bantuan angin, dan belalang dalam jumlah sangat sedikit melahap jumlah makanan yang sama dalam sehari oleh sebanyak 35.000 orang.

Kondisi belalang di berbagai negara biasanya dipengaruhi oleh Belalang Gurun, yang kebanyakan kondisinya masih tenang pada Oktober dan dideteksi hanya terjadi pembiakan dalam jumlah kecil, kata FAO di dalam siaran pers yang mengutip para ahlinya.

Namun para ahli tersebut menyatakan kondisi itu dapat berubah, sebagian akibat dampak El Nino di Afrika dan Topan Tropis Chapala serta Megh di Jazirah Arab serta Tanduk Afrika.

"Berbagai peristiwa cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat, memiliki potensi untuk memicu lonjakan populasi belalang dalam jumlah sangat banyak. Hujan menyediakan tanah yang lembab buat serangga untuk menaruh telur mereka, yang pada gilirannya perlu menyerap air. Hujan juga membuat sayuran tumbuh, sedangkan belalang membutuhkan sayuran untuk makanan dan tempat berteduh," kata Keith Cressman, petugas senior FAO yang meramalkan perkembang-biakan belalang.

"Dampak dari wabah belalang dapat memporak-porandakan panen dan padang rumput sehingga mengancam keamanan pangan dan kehidupan warga desa," tambah Cressman, sebagaimana dikutip Xinhua.

Dampak El Nino FAO telah memantau situasi di bagian barat-laut Afrika, tempat hujan sangat lebat mengguyur pada akhir Oktober di banyak daerah Mauritania Utara, daerah yang bersebelahan dengan Sahara Barat, Marokko Selatan dan Aljazir Barat serta bagian barat-daya Libya.

Di Tanduk Afrika, curah hujan di atas rata-rata yang berkaitan dengan El Nino sangat kuat diprakirakan mengguyur Somalia Utara selama musim penghujan saat ini dan musim semi mendatang. Jika terjadi, kondisi ekologi akan mendukung perkembang-biakan belalang di pantai barat-laut dan Dataran Tinggi Somalia.

Hujan lebat yang berkaitan dengan Topan Tropis Chapala turun di pantai selatan dan daerah pedalaman Yaman pada awal November, lalu satu pekan kemudian diikuti oleh Topan Tropis Megh yang juga mempengaruhi bagian timur-laut Somalia, kata FAO. “Hujan lebat yang jauh melampaui curah hujan rata-rata tahunan selama setahun mengakibatkan banjir dan kerusakan,” tambahnya.

Di daerah perkembang-biakan musim dingin di sepanjang kedua sisi Laut Merah, hujan musiman mulai turun pada awal Oktober, sedikit lebih cepat daripada biasanya. Kalau hujan terus turun, akan tersedia cukup waktu bagi terjadinya dua generasi perkembang-biakan tahun ini di daerah pantai Sudan, Eritrea Utara, Mesir Tenggara, Arab Saudi dan Yaman.

“Pencegahan, terutama melalui peringatan dini dan reaksi dini, adalah kunci bagi pengurangan luasnya Belalang Gurun dapat mempengaruhi daerah pertanian,” kata FAO.

Setelah hujan lebat, semua negara perlu meningkatkan pengawasan lapangan dan mempertahankannya melalui pematauan rutin mengenai kondisi perkembang-biakan dan wabah belalang.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini