JAKARTA - Pemerintah Indonesia diminta merespons serangkaian penembakan dan bom bunuh diri di Paris, Prancis secara proporsional. Sikap berlebihan dinilai hanya akan menjadi sumber kepanikan baru di Tanah Air.
"Kasus teror di Paris, rasionalnya adalah negara tetangga seperti Inggris yang lebih siaga untuk mengantisipasi kemungkinan serangan teror susulan," ungkap Pemerhati Kontra Terorisme, Harits Abu Ulya kepada Okezone, di Jakarta, Minggu (15/11/2015).
Harits menanggap, teror yang tejadi tak lepas dari pengaruh konstalasi politik keamanan global, dimana Perancis masuk dalam pusaran konflik di bumi Suriah bersama negara mitranya.
"Dari sudut pandang ini terlihat bahwa aksi teror dilakukan secara kalkulatif. Artinya, tindakan teror oleh para aktor dan dalang dibaliknya dipengaruhi oleh tindakan target teror terhadap kelompok aktor teror itu," tegasnya.
Bisa dianggap, serangan itu adalah aksi balas dendam terhadap Prancis yang ikut menentang kelompok yang ada di Suriah. "Jadi bahasa sederhananya bahwa aksi di Paris adalah balas dendam sekaligus perlawanan yang dilakukan oleh entitas yang berhadapan di bumi Suriah," tutupnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.