PARIS – Pasukan elit Prancis dilaporkan telah berada di Hotel Radisson Blu, Bawako, Mali, untuk membantu pasukan keamanan Mali yang masih berupaya untuk melumpuhkan para pelaku penyerangan dan penyanderaan di hotel tersebut.
Laporan itu disampaikan Kementerian Pertahanan Prancis yang menerima permintaan dari otoritas keamanan Mali.
“Atas permintaan pihak berwenang Mali, menteri pertahanan telah memutuskan untuk mengirimkan satu unit pasukan elit untuk diperbantukan dalam peristiwa penyerbuan di Hotel Mali,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Prancis, sebagaimana dikutip Reuters, Sabtu (21/11/2015).
“Unit tersebut diminta membantu pasukan keamanan Mali dalam hal peristiwa penyanderaan di Hotel Radisson Blu.” Lanjut pernyataan tersebut.
Seorang pejabat menolak untuk mengatakan jumlah anggota pasukan elit Prancis yang dikerahkan. Sebagai bagian dari operasi pasukan counter-terrorism Barkhane yang berkekuatan 3.500 personel di Afrika Barat, Prancis memiliki antara 250 hingga 500 pasukan khusus di wilayah itu.
Sebagaimana diberitakan, gerombolan bersenjata berjumlah 10 orang dilaporkan menyerbu Hotel Radisson Blu di Kota Bamako sekira pukul 08.00 waktu setempat. Aksi penyerbuan itu juga disertai dengan penyanderaan para pengunjung dan karyawan hotel.
Sebanyak 170 orang diperkirakan ada di hotel ketika gerombolan bersenjata itu menyerbu masuk. Sebelumnya, sudah ada 80 sandera yang berhasil dilepaskan dari cengkeraman komplotan bersenjata itu. Mayoritas tamu hotel bintang lima itu adalah warga asing.
Kini, laporan terbaru menunjukkan seluruh sandera telah dibebaskan pasukan keamanan gabungan. Namun, mereka dilaporkan juga menemukan 27 jenazah yang diyakini merupakan para sandera yang tak berhasil diselamatkan.
(Jihad Dwidyasa )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.